Tampilkan postingan dengan label sabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sabar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 September 2015

HIBURAN BAGI SAUDARAKU SEIMAN YANG SEDANG TERKENA MUSIBAH

(Oleh Ustadz Sa'id Abu Ukasyah)

Bismillah,

Ada orang yang dengan taufik Allah, tegar di tengah-tengah gelombang musibah yang silih berganti,sembari mengatakan :

ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺄُﺻَﺎﺏُ ﺑِﺎﻟْﻤُﺼِﻴﺒَﺔِ ﻓَﺄَﺣْﻤَﺪُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺃَﺭْﺑَﻊَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ
Sesungguhnya saya memuji Allah atas musibah yang menimpaku dengan empat pujian,

ﺃَﺣْﻤَﺪُﻩُ ﺇِﺫْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺃَﻋْﻈَﻢَ ﻣِﻤَّﺎ ﻫِﻲَ
(Pertama) saya memuji-Nya, karena musibah yang menimpaku tidak lebih besar dari kenyataannya sekarang yang sedang saya rasakan,

ﻭَﺃَﺣْﻤَﺪُﻩُ ﺇِﺫْ ﺭَﺯَﻗَﻨِﻲَ ﺍﻟﺼَّﺒْﺮَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ
(Kedua) dan sayapun memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kesabaran kepadaku dalam menghadapinya,

ﻭَﺃَﺣْﻤَﺪُﻩُ ﺇِﺫْ ﻭَﻓَّﻘَﻨِﻲ ﻟِﻠِﺎﺳْﺘِﺮْﺟَﺎﻉِ ﻟِﻤَﺎ ﺃَﺭْﺟُﻮ ﻓِﻴﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺜَّﻮَﺍﺏِ
(Ketiga) demikian pula saya memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kepadaku taufik untuk bisa mengatakan : ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’, dengan maksud mengharap pahala

ﻭَﺃَﺣْﻤَﺪُﻩُ ﺇِﺫْ ﻟَﻢْ ﻳَﺠْﻌَﻠْﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺩِﻳﻨِﻲ
(Keempat) dan saya memuji-Nya, karena tidak menjadikan musibah itu mengenai agamaku!

(Ucapan Syuraih Al-Qodhi dalam Syu’abul Iman lil Baihaqi9507).

baca selengkapnya di:
http://muslim.or.id/23996-untuk-saudaraku-yang-sedang-tertimpa-musibah.html

Minggu, 30 Agustus 2015

Faidah bersabar mengekang hawa nafsu


" ﻓﺎﺋﺪﺓ ﻃﻴﺒﺔ "
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ :
)) ﻭﺟﺰﺍﻫﻢ ﺑﻤﺎ ﺻﺒﺮﻭﺍ ﺟﻨﺔ ﻭﺣﺮﻳﺮﺍ ((
ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :
ﻓﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺒﺮ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ
ﺣﺒﺲ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻋﻦ ﺍﻟﻬﻮﻯ : ﺧﺸﻮﻧﺔ ﻭﺗﻀﻴﻴﻘﺎ
ﺟﺎﺯﺍﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ :
ﻧﻌﻮﻣﺔ ﺍﻟﺤﺮﻳﺮ ﻭﺳﻌﺔ ﺍﻟﺠﻨﺔ
‏[ ﺭﻭﺿﺔ ﺍﻟﻤﺤﺒﻴﻦ
‏( ﺹ 476 ‏) ‏]
〰〰〰〰〰〰
Faedah Mengekang Hawa Nafsu
⏰ Allah Azza Wa Jalla berfirman :
' Dan Allah memberi mereka ganjaran atas kesabaran mereka berupa surga dan pakaian sutra '
Ibnu Qayyim al Jauziyah rahimahullah berkata :
✒ ' Mengingat dalam bersabar yang berupa menahan hawa nafsu terdapat kekasaran (terhadap jiwa) dan penyempitan (bagi jiwa) maka Allah membalas mereka dengan kelembutan pakaian sutra dan keluasan surga '.
Raudhatul muhibbin; halm. 476

Oleh : Ustadz Abu Ammar Abdul Adhim Al-Ghoyami